Home / BERITA UTAMA / Siaran Pers PBNU “Hentikan Konflik Berdarah di Yaman”

Siaran Pers PBNU “Hentikan Konflik Berdarah di Yaman”

Jakarta- Peristiwa bentrokan yang terjadi antara loyalis pemerintah Yaman dengan Kelompok Pemberontak Houthi di Kota Hudaidah, Yaman, bahkan menurut Kyai Said Aqil Siraj Said “Konflik ini telah menelan korban 142 jiwa termasuk anak-anak dan perempuan,” melalui siaran pers, Selasa (13 /11/2018).Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan :

Petama, mengecam segala bentuk dan tindak kekerasan, termasuk di dalamnya adalah perilaku menyerang pihak-pihak yang dianggap berbeda. Perilaku kekerasan bukan merupakan ciri Islam yang Rahmatan Lil alamin.

Kedua, kebebasan, dan juga toleransi adalah prinsip utama dalam menjalankan kehidupan di samping prinsip Maqaasid Syariah yang terdiri dari hifdud din wal aql(menjaga agama dan akal), hifdzul nafs (menjaga jiwa), hifdun nasl (menjaga keluarga), dan hifdul mal (menjaga harta) serta hifdhul irdh (menjaga martabat). Kelia pinsip tersebut merupakan prnsip utama yang harus ditegakan dimanapun bumi dipijak.

Ketiga, Mendorong pemerintah Indonesia untuk segra mengambil langkah diplomatis dan ikut andil dalam upaya menciptakan perdamaian di Yaman. Upaya ini penting dilakukan sebagai bagian dai tanggung jawab internasional yakni turut berperan dalam usaha menciptakn perdamaiandan Keamanan dunia.

Keempat, Mendesak PBB untuk berinisiatif melakukan mediasi agar tercipta suatu keadaan yang kondusif di Yaman serta agar tumbuh kembali sebagai Negara yang berdaulat yang mensejahterakan rakyat.

Kelima, Mengajak Kepada Masyarakat Internasional  untuk bersama-sama menggalang bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Yaman.

Share Artikel
  • 44
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    44
    Shares

About MZEEM

Baca Juga

APA KEDUA ORANG TUA RASULULLAH SAW. KAFIR?

Salah satu syarat seseorang dianggap mukallaf -sehingga ia terbebani kewajiban menjalankan syariat dan dimintai pertanggungjawaban …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *