Home / AMALIAH NU / Tangan yang Dicintai Allah

Tangan yang Dicintai Allah


Oleh : A. Nafis Atoillah (Ketua RMI NU Banjarnegara)

Nabi Muhammad saw memang pemimpin yang sangat dicintai dan dihormati pengikutnya. Ketika berwudhu orang-orang memperebutkan bekas air wudhunya. Ketika bercukur, para sahabat hampir berkelahi untuk memperoleh selembar rambutnya. Orang dari berbagai lapisan berdesakan untuk sekedar mencium tangannya.

Para pengikutnya menyimpan dengan penuh penghormatan benda apa saja yang pernah disentuhnya. Pinggan, piring, sandal, cincin, jubah, mimbar maupun tongkat. Setiap hari para jamaah umroh dan tiap tahun jutaan kaum muslimin yang melaksanakan ibadah haji, mengucapkan salam takdzim dihadapan makamnya. Salam itu diucapkan dengan suara yang parau disertai isakan tangis dan linangan air mata. Kalau tidak dihalangi oleh para petugas, ingin setiap orang mencium, paling tidak dinding makamnya.

Pada saat pertempuran, seorang sahabat menjilati luka Rasulullah saw. Menjelang wafatnya, sahabat yang lain memeluk dan menciumi perutnya. Sesudah meninggal, Abu Bakar ra mencium wajah Nabi sambil berkata “Engkau tetap indah baik ketika engkau hidup maupun sesudah wafat.” Fatimah, putrinya, setiap hari mencium tanah pusara ayah handanya sambil bersyair : Apakah mungkin orang yang telah mencium tanah pusara Ahmad, mau mencium wewangian lain sepanjang masa?

Banyak orang ingin mencium paling tidak makamnya. Tetapi siapakah yang tangannya pernah dicium Nabi yang mulia? Paling tidak ada tiga orang yang tangannya pernah dicium Nabi saw.

Pertama, Putrinya sendiri Fatimah ra. Bila Fatimah datang, Nabi segera berdiri. Dia menjemput Fatimah, mengambil tangannya dan menciumnya. “Fatimah adalah belahan jiwaku, siapa yang membuatnya marah, ia pun membuatku marah. Siapa yang menyakitinya, ia pun menyakitiku,” katanya di hadapan sahabat-sahabatnya. Ketika anak-anak perempuan dihinakan dan bahkan dibunuh pada waktu kecil. Nabi malah mencium tangan putrinya.

Kedua, Muadz bin Jabal ra. Pada suatu hari ia dihadapan Nabi memperlihatkan tangannya yang hitam dan melepuh. Ketika Nabi menanyakan hal itu ia berkata bahwa tangannya melepuh karena bekerja keras. Ia bekerja membelah tanah keras dengan kampaknya untuk mencari nafkah yang halal bagi keluarganya. Mendengar itu Nabi yang mulia mengambil tangannya dan menciuminya. Rasulullah Saw lalu bersabda: “Tangan ini dicintai Allah dan Rasul-Nya dan tidak akan disentuh api neraka”

Ketiga, Sa’ad bin Mu’adz Ra. Ketika Rasulullah saw pulang dari perang Tabuk, beliau bertemu dengan salah seorang sahabatnya, Mu’adz Ra. Ketika bersalaman, terasa oleh beliau saw telapak tangan Mu’adz yang kasar. Ketika ditanya Sa’ad menjawab bahwa tangannnya menjadi demikian karena bekerja mengolah tanah dan mengangkut air sepanjang hari. Mendengar itu Rasulullah saw serta merta mencium tangan Sa’ad bin Mu’adz ra dan bersabda: “Tangan ini dicintai Allah dan Rasul-Nya dan tidak akan disentuh api neraka”

Mari turun ke bawah, melihat banyak tangan yang menghitam karena mencari rezeki untuk menghidupi keluarganya.
Tangan itu didapatkan di pinggir-pinggir jalan, para pedagang asongan di tepi jalan, di tepi pantai, pada nelayan-nelayan kecil yang menggayuh perahunya bersaing dengan kapal-kapal penangkap ikan besar, pada petani yang menantang panasnya matahari dengan mencangkul tanah yang makin lama makin tidak subur.

Juga pada pegawai-pegawai pabrik yang menggerakkan mesin kasar atau peralatan besi tanpa perlindungan asuransi, para sopir angkot yang memutar mobilnya, pada tukang-tukang becak yang mengayuh becak mereka pada daerah yang makin menyempit, para tukang parkir dan tukang ojeg di pangkalannya yang menunggu pelanggannya belum jelas kapan datangnya dan banyak lagi.

Ya Rasul Allah, setelah engkau tiada, siapakah gerangan yang akan mencium tangan-tangan mereka?

Share Artikel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

About NU Muda

NU Muda
NU Muda merupakan jebolan dari Pegerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Yoyakarta juga dikenal NU muda yang fokus berdakwah di Web bagi kaum marjinal, baik melalui dakwah di dalam maupun di luar NU.

Baca Juga

TAFSIR AYAT AQIDAH (96)

مَن كَانَ یُرِیدُ ٱلۡعِزَّةَ فَلِلَّهِ ٱلۡعِزَّةُ جَمِیعًاۚ إِلَیۡهِ یَصۡعَدُ ٱلۡكَلِمُ ٱلطَّیِّبُ وَٱلۡعَمَلُ ٱلصَّـٰلِحُ یَرۡفَعُهُۥۚ وَٱلَّذِینَ …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *