Home / ARTIKEL HIKMAH / Food Chain Pun Meneguhkan Keimanan

Food Chain Pun Meneguhkan Keimanan

View this post on Instagram

FOOD CHAIN PUN MENEGUHKAN KEIMANAN, SUBHANALLAH Oleh: Ahmad Muntaha AM Rantai makanan atau food chain yang pertama kali diteliti oleh ilmuwan Islam bermazhab Mu'tazilah, Al-Jahiz (781-869 M)–yang bernama lengkap Abu Utsman 'Amr ibn Bahr Al-Kinani Al-Bashri–pada abad ke-9, dalam suatu ekosistem makhluk hidup merupakan keniscayaan sunnattullah. . .Karenanya Penulis anggap wajar ketika kemaren sore (5/5/20) ada Gangkrangan atau Garangan Jawa (Herpestes Javanicus) yang merangsek ke tumpukan kayu, tempat ayam mengerami telurnya. . .Segera saja karnivora kecil menyerang induk ayam yang tetap dengan sigap melindungi telurnya. Nyawa pun dipertaruhkan. . .Untung, ada Mba yang sedang keluar dan dapat melerai pertarungan hidup mati itu. Garangan lari tunggang langgang, sementara induk ayam yang sudah terluka bagian leher segera dibawa ke belakang dapur. Bismillah, Allahu Akbar, ketajaman pisau memotong hulqum (trachea)dan mari' (esophagus), sebagai syarat kehalalannya untuk santap buka puasa Maghrib kemarin. Benarlah, manusia adalah bagian dari satu kesatuan ekosistem di lingkungan sekitarnya. Termasuk menjadi elemen konsumen dalam rantai makanannya sama selevel dengan Garangan. . .Terbukti, ayam yang selamat dari sergapan Garangan, kemudian ditangkap oleh manusia dan menjadi santapannya. Semuanya merupakan sunnattullah yang penuh hikmah dan ibrah. Subhanallah. رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. . ."Our Lord, You did not create this aimlessly; exalted are You [above such a thing]; then protect us from the punishment of the Fire." (Ali 'Imran [3]: 191). Mari kita pikirkan, kita renungkan dan kita fungsikan sebagai ibrah untuk semakin meneguhkan keimanan kepada Tuhan. Karenanya, menjaga ekosistem dan menjaga alam sama artinya dengan menjaga media penguat bagi keimanan kita. Ringkasnya: "Menjaga alam, menjaga keimanan." Bagaimana, setuju kawan?

A post shared by AHMAD MUNTAHA AM (@ahmad_muntaha_am) on

Rantai makanan atau food chain yang pertama kali diteliti oleh ilmuwan Islam bermazhab Mu’tazilah, Al-Jahiz (781-869 M)–yang bernama lengkap Abu Utsman ‘Amr ibn Bahr Al-Kinani Al-Bashri–pada abad ke-9, dalam suatu ekosistem makhluk hidup merupakan keniscayaan sunnattullah.

Karenanya Penulis anggap wajar ketika kemaren sore (5/5/20) ada Gangkrangan atau Garangan Jawa (Herpestes Javanicus) yang merangsek ke tumpukan kayu, tempat ayam mengerami telurnya.

Segera saja karnivora kecil menyerang induk ayam yang tetap dengan sigap melindungi telurnya. Nyawa pun dipertaruhkan.

Untung, ada Mba yang sedang keluar dan dapat melerai pertarungan hidup mati itu. Garangan lari tunggang langgang, sementara induk ayam yang sudah terluka bagian leher segera dibawa ke belakang dapur. Bismillah, Allahu Akbar, ketajaman pisau memotong hulqum (trachea)dan mari’ (esophagus), sebagai syarat kehalalannya untuk santap buka puasa Maghrib kemarin.

Benarlah, manusia adalah bagian dari satu kesatuan ekosistem di lingkungan sekitarnya. Termasuk menjadi elemen konsumen dalam rantai makanannya sama selevel dengan Garangan.

Terbukti, ayam yang selamat dari sergapan Garangan, kemudian ditangkap oleh manusia dan menjadi santapannya. Semuanya merupakan sunnattullah yang penuh hikmah dan ibrah. Subhanallah.

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

“Our Lord, You did not create this aimlessly; exalted are You [above such a thing]; then protect us from the punishment of the Fire.” (Ali ‘Imran [3]: 191).

Mari kita pikirkan, kita renungkan dan kita fungsikan sebagai ibrah untuk semakin meneguhkan keimanan kepada Tuhan.

Karenanya, menjaga ekosistem dan menjaga alam sama artinya dengan menjaga media penguat bagi keimanan kita. Ringkasnya: “Menjaga alam, menjaga keimanan.” Bagaimana, setuju kawan?

Oleh: Ahmad Muntaha AM

Share Artikel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

About NU Muda

NU Muda
NU Muda merupakan jebolan dari Pegerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Yoyakarta juga dikenal NU muda yang fokus berdakwah di Web bagi kaum marjinal, baik melalui dakwah di dalam maupun di luar NU.

Baca Juga

TAFSIR AYAT AQIDAH (96)

مَن كَانَ یُرِیدُ ٱلۡعِزَّةَ فَلِلَّهِ ٱلۡعِزَّةُ جَمِیعًاۚ إِلَیۡهِ یَصۡعَدُ ٱلۡكَلِمُ ٱلطَّیِّبُ وَٱلۡعَمَلُ ٱلصَّـٰلِحُ یَرۡفَعُهُۥۚ وَٱلَّذِینَ …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *