Home / BERITA UTAMA / ZAKAT FITRAH: IKUTI LBM NU JATIM DAN LBM PBNU

ZAKAT FITRAH: IKUTI LBM NU JATIM DAN LBM PBNU

Oleh: Ahmad Muntaha AM

“Mas jenengan ikut mana zakat fitrahnya?”, demikian kiranya pertanyaan yang menyapa. Hari-hari ini diskusi hal ihwal zakat fitrah berlangsung sangat kencang di group-group bahtsul masail NU dan alumni lintas pesantren. Terlebih seiring rilis Hasil Bahtsul Masail LBM PBNU kemarin pada 18 Mei 2020 yang memang berbeda dengan berbagai kajian-kajian serupa yang muncul sebelumnya, semisal Surat Edaran Bersama PW LBM NU dan PW LAZISNU Jawa Timur–dokumen Penulis publish pada tulisan sebelumnya–.

Berbagai respon pun bermunculan, dari yang substansial menguji secara kritis rumusan yang dirilis, hingga respon yang jauh dari subtansi yang justru kontraproduktif dengan menghadap-hadapkannya secara kurang sehat. Padahal Penulis ketahui sendiri, sebagai orang yang ikut terlibat–pasif–dalam dua kajian tersebut, masing-masing dilakukan oleh lembaga resmi NU, dengan melibatkan kiai-kiai yang memang dalam hidupnya, sejak di pesantren hingga kiprahnya sekarang concren dan fokus dalam kajian fikih Islam.

Di PW LBM NU Jawa Timur ada KH Ahmad Asyhar Shofwan dan Kiai Zahro Wardi misalnya. Sementara di LBM PBNU di antaranya ada KH Afifuddin Muhajir, KH Azizi Hasbulloh dan Muallim Asnawi Ridwan. Semuanya tidak diragukan kompetisi, fokus dan kiprahnya dalam kajian studi Islam utamanya dalam berbagai forum bahtsul masail di lingkungan lintas pesantren dan lintas level organisasi Nahdlatul Ulama, dari tingkat PCNU, PWNU hingga tingkat PBNU.

Ringkasnya, dari sisi para kiai yang terlibat, kedua kajian tersebut tidak dapat diragukan. Demikian pula dari sisi referensi kitab-kitab otoritatif dalam lingkungan Mazhab Empat, Mazhab Ahlussunah wal Jama’ah. Karenanya kedua-duanya dapat dijadikan rujukan pelaksanaan zakat fitrah bagi umat Islam secara luas.

Terlepas dari perdebatan metodologis dan output yang dihasilkan, bagi Penulis kedua-duanya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah oleh lembaga resmi yang menyelenggarakannya.

Kritik-kritik substansial yang berkembang setelahnya pun bagi Penulis justru memperkuat dan memperkaya referensi literasi demi penyempurnaan rumusan-rumusan di masa mendatang.

Bersinggungan dengan dinamika ilmiah seperti ini, Penulis dengan penuh kemantapan mengamalkan kedua hasil kajian tersebut secara bersamaan, yakni mengeluarkan zakat fitrah berupa beras 2.7 kg yang secara substansial disepakati keabsahannya (muttafaq ‘alaih) dalam dua kajian tersebut.

Terlebih Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor (PR GP Ansor) Kelurahan Jebengsari Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang secara kreatif telah menyediakan paket 2.7 kg Beras Paket Zakat Fitrah Ansoruna untuk kaum muslimin di sekitarnya yang dapat Penulis akses secara mudah.

Salut untuk PW LBM NU dan PW LAZISNU Jawa Timur, LBM NU PBNU serta PR GP Ansor Jebengsari. Semoga tercatat sebagai legacy amal shalih, atsarahum, yang abadi di sisi Tuhan.

Walhasil, Ramadhan 1441 Penulis menunaikan zakat fitrah dengan Beras Paket Zakat Fitrah PR GP Ansor Jebengsari atas petunjuk fikih PW LBM NU dan PW LAZISNU Jawa Timur, serta LBM PBNU. Semoga dapat diterima oleh Tuhan Sang Maha Penyayang. Menjadi penyuci jiwa, penyempurna puasa, dan kebahagiaan bagi penerimanya. Amin.

Share Artikel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

About NU Muda

NU Muda
NU Muda merupakan jebolan dari Pegerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Yoyakarta juga dikenal NU muda yang fokus berdakwah di Web bagi kaum marjinal, baik melalui dakwah di dalam maupun di luar NU.

Baca Juga

Wekdal Idul fitri Wonten Pandemi

Khutbah Idul Fitri 1 Syawal 1441 H Dining: Ahmad Muntaha AM – Founder Aswaja Muda …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *