Home / AMALIAH NU / WARGA NU BUKAN LAGI WAKTUNYA DIAM.!!!

WARGA NU BUKAN LAGI WAKTUNYA DIAM.!!!

Kutipan KH. Hasyim As’ary dalam kitab Khittoh 26 :

إذا ظهرت الفتن أو البدع وسب أصحابي، فليظهر العالم علمه، فمن لم يفعل لك فعليه لعنة الله والملائكة والناس أجمعين .

(Jika fitnah dan bid’ah bermunculan dan sahabat-sahabatku dicaci-maki maka hendaklah orang yg tahu tampil kemuka dg pengetahuannya. Barang siapa tidak melakukan itu maka akan tertimpa kutukan Allah, para malaikat, dan semua manusia).

Jadi, melawan fitnah, hoax, caci-maki kepada orang baik-baik itu adalah tugas keagamaan.

Warga NU yg punya ilmu tidak boleh tinggal diam. ..!

Ketika keadaan baik-baik mereka tidak boleh menonjolkan diri, tetapi ketika banyak hoax berseliweran, Mereka harus.!!!. Wajib.!!
Tidak boleh tidak tampil untuk mengambil panggung.

Jangan kamu pandang tokoh yang punya pondok pesantren gedung megah santri banyak jamaahnya ribuan Dia seorang singa atau macan “alim soleh

Kalau tidak mampu berargument atau mensiarkan agama untuk menangkal hoax fitnah secara suka rela memang demikian kurang nya wawasan hanya monotun kepesantrenan

Jangan kau anggap seorang mubaliqh yang tenar laku di pasaran adalah seorang alim soleh berilmu mimpuni bidang agama
Dengan demikian kalau apabila tidak mampu menangkis dengan kritikan tajam menjabarkan kebenaran sikap NU yang sesuai islam nusantara di bumi persada NKRI

Dengan demikian bila tidak berani menangkis fitnah hoaxs dari tokoh salafussolikhin yang sebagai panutan.

Jangan kau anggap rendah kurang wawasan dengan bagaikan macan pendiam atau tidak tidor bila dengan demikian selalu usik berisik mengkritik demi dakwah membawa kebaikan penjelasan kebenaran demi menangkal fitnah hoaxs kedurjanaan

… se alim se tinggi ilmu agama bila tidak berpengalaman akan di makan ular berbisa

INDONESIA BAGAIKAN NEGARA MADINAH

Seorang ulama Sunni Syaikh Aun bin Mu’in Al-Qaddoumi asal Yordania menyatakan kekagumannya atas kerukunan umat beragama yang tercipta di Indonesia. Syekh Aun membayangkan Indonesia seperti negara Madinah yang dibangun Rasulullah SAW.

“Saya membayangkan Indonesia itu sebagai negara Madinah yang dibina Rasulullah; hidup dalam kebersamaan dan toleransi,” kata Syaikh Aun dalam seminar bertajuk “Peran Pemuda dalam Kebangkitan Peradaban Islam di Era Global” di ruang sidang Rektorat Universitas Islam Malang, Senin (17/2).

Ia juga menyatakan kekagumannya terhadap Nahdlatul Ulama. Karena, NU menurutnya menyebarkan dakwah Islam secara santun dan penuh toleransi.

Dalam forum yang dihadiri sedikitnya 60 mahasiswa pascasarjana Unisma itu, Syaikh Aun menekankan perlunya generasi NU khususnya para pemuda untuk aktif berdakwah dan bersyiar Islam Sunni melalui berbagai media terutama media online.

“Saya sangat yakin dan berharap supaya Generasi Nahdlatul Ulama ke depan dengan bimbingan ulamanya akan mampu mengembangkan peradaban dunia Islam,” tandasnya.

Pemuda NU Mampu Pelopori Peradaban Islam Dunia

Sejarah perkembangan Islam di Nusantara tak sama dengan perkembangan Islam di Timur Tengah. Jika di sana umumnya Islam disebarkan dengan cara penaklukan (peperangan), maka di Indonesia agama tersebut tersebar melalui jalur yang damai. Sehingga, Indonesia mampu menjadi negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Menurut dia, Indonesia adalah negara dengan tingkat kerukunan hidup beragama yang sangat tinggi. Syekh Aun Al-Qaddoumi melontarkan apresiasinya terhadap Nahdlatul Ulama yang dianggap berperan serta dalam mewujudkan toleransi beragama di Indonesia.

Ia juga mendukung usaha NU dalam mengembangkan Islam yang ramah di Indonesia, yang selama beberapa waktu terakhir ini telah diperluas ke lingkup berskala internasional. “Saya melihat Indonesia ini seperti gambaran Islam di Madinah yang dibina oleh Rasulullah,” kata Syekh Aun.

Syekh Aun juga memuji pemikiran-pemikiran para ulama pendiri NU. Dia mengaku sangat yakin bahwa Nahdlatul Ulama ke depan akan menjadi pelopor dalam membangun peradaban Islam di dunia.

“Ke depan, Nahdlatul Ulama sangat memungkinkan untuk melanjutkan membangun peradaban Islam di dunia dengan generasi mudanya yang potensial. Dengan bimbingan para Kiai Nahdlatul ulama tentunya,” tambahnya.

“Mulai zaman dulu, sejak Zaman Rasulullah yang membawa sebuah peradaban Islam dalam setiap periode masa, selalu muncul tokoh-tokoh Islam yang membangun peradaban. Seperti Umar bin Al-Khattab, Shalahuddin Al-Ayyubi (dari Dinasti Ayyubiyah) dan Muhammad Al-Fatih (dari Dinasti Turki Utsmani),” kata Syaikh Aun.

Berkali-kali ia menyebutkan dalam ceramahnya bentuk jamak (plural) dari kata ‘kiai’ dengan ‘kiaiat’. Syekh Aun berbicara di hadapan sekitar 60 mahasiswa pascasarjana dan para civitas akademika Universitas Islam Malang (Unisma). Habib Jamal bin Toha Baagil juga hadir dalam kesempatan itu sebagai penerjemah.

Turut hadir dalam forum ini Pembantu rektor I Unisma Badat Muwakhid, Pembantu Rektor III Masykuri Bakri, Direktur Pascasarjana Unisma Bashori Muchsin, Ketua Program Studi (KPS) Pendidikan Islam Pascasarjana Unisma Ilyas Tohari, dan Dekan Fakultas Agama Islam Unisma Abdul Munir Ilham.

Generasi NU Harus Kuasai Media Massa

Setiap kelompok termasuk Ahlussunah wal Jamaah, Wahabi dan Syiah memanfaatkan gerak cepat teknologi informasi dan komunikasi. Karenanya, generasi muda NU tidak boleh terlambat membanjiri media dan memanfaatkannya dengan cara yang baik demi syi’ar Islam Rahmatan lil Alamin.

“Jika tidak, maka media hanya akan menguntungkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena di dalam dunia media massa baik cetak, elektronik maupun media online, pertarungan pemikiran dan ideologi sangat mungkin sekali terjadi,” kata Syaikh Aun yang diterjemahkan Habib Jamal bin Thoha Baaqil.

Syaikh Aun menekankan pentingnya umat Islam menguasai media online sebagai media penyebaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Pasalnya, gerakan Wahabi dan Syiah di media menempatkan aswaja sebagai kelompok mayoritas seakan minoritas. “Karenanya, kita sebagai mayoritas jangan bermental minoritas. Kita harus menguasai media massa dan proaktif berdakwah.” tambahnya lagi. (Ahmad Nur Kholis/Mahbib)

Sumber: NU Online

Repost :

Balayudha

Facebook:
https://m.facebook.com/PunggawaBIN/?ref=m_notif&notif_t=page_user_activity

Instagram:
https://www.instagram.com/p/B9EcWa7gIlJ/?igshid=1y29xo12szfdp

Twitter:
https://twitter.com/BalayudhaIslam?s=08

DewanKomandoNasional

BalayudhaIslamNusantara

PPbalayudhaSantriNUsantara

Share Artikel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

About NU Muda

NU Muda
"Mencintai negara sebagian dari iman."

Baca Juga

DUNIA SEMENTARA AKHIRAT SELAMANYA

Allah ° menciptakan dunia ini untuk kita manusia namun kita diciptakan oleh Allah bukanlah untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *